Bocah Sekolah Dasar (SD) di Palembang,
Sumatera Selatan, tewas setelah diterkam kawanan anjing liar saat sedang
mengejar layang-layang putus.
Korban bernama Arkat (11), awalnya sedang bermain layang-layang di
belakang rumahnya di Jalan Nilakandi RT 50 RW 06 Kelurahan Kemang Agung,
Kecamatan Kertapati Palembang, sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu, 4 Januari
2017.
Arkat yang melihat layang-layang putus, mencoba mengejar. Namun,
rupanya kawanan anjing liar yang berjumlah sekira enam ekor, sudah
mengincarnya.
Tubuh mungil Arkat roboh, setelah digigit serta dicabik-cabik oleh
gerombolan anjing liar. Warga yang mendengar jeritan minta tolong
korban, langsung keluar rumah dan berupaya menyelamatkan Arkat.
"Langsung dibawa ke Rumah Sakit Bari, setelah beberapa jam meninggal," kata Kailan (46), tetangga korban.
Kailan mengaku, selama ini di tempatnya memang banyak berkeliaran
anjing liar yang meresahkan warga. Akan tetapi, tidak ada tindakan
apapun dari Pemkot Palembang, untuk menangkap para kawanan anjing liar.
"Sudah banyak di sini, kami takut terulang lagi. Anak-anak di sini banyak," ujarnya.
Sebelumnya, Kamis, 6 Oktober 2016, seorang balita berusia 4,5 tahun,
Abdi Galang Pratama, juga meninggal setelah digigit anjing liar.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban diajak ibunya, Yustini (22),
mengisi pulsa di kios tak jauh dari rumahnya di Kelurahan 15 Ulu,
Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang.
Tiba-tiba anjing berwarna cokelat langsung menerkam korban. Dengan
ganas anjing itu mencabik dan menggigit dahi korban yang menyebabkan
luka menganga.
Mengetahui anaknya diserang, ibu korban berusaha melawan anjing itu.
Selang beberapa lama, anjing itu pun pergi. Namun, nyawa Abdi tak bisa
diselamatkan.
Sumber Berita : http://nasional.news.viva.co.id

0 Comments