Laporan ini berasal dari peneliti independen bernama PropOrNot.
![]() |
| Donald Trump, Presiden terpilih Amerika Serikat. |
Yagobing - Sebuah laporan yang belum dipublikasi
mengklaim menemukan bukti adanya propaganda Rusia dalam pemilu Presiden
AS kemarin. Kampanye propaganda yang dilancarkan itu menyebarkan berita
hoax untuk menggiring opini warga.
Dilansir melalui Washington Post, organisasi yang
menemukan laporan ini mengaku sebagai peneliti independen bernama
PropOrNot. Kelompok peneliti itu menggambarkan diri mereka sebagai Warga
Amerika yang Peduli, terdiri dari ahli ilmu komputer, keamanan nasional
dan kebijakan publik.
Dalam laporan PropOrNot, mereka mengaku telah melacak asal muasal
banyak postingan di dunia maya. Mereka juga memetakan koneksi antara
satu akun dengan akun lainnya yang menyebarkan berita sama.
"Tujuan propaganda ini adalah untuk menghukum Hillary Clinton,
membantu Donald Trump dan melemahkan demokrasi di Amerika," tulis
laporan tersebut, dikutip dari Boston Globe, Sabtu, 26 November 2016.
Temuan ProOrNot juga memperlihatkan betapa canggih dan efektifnya
propaganda dan berita hoax itu. Bahkan di Facebook, mereka menemukan
jika kampanye yang disinformasi itu telah dilihat sebanyak 213 juta
kali.
Meski belum diketahui apakah berita palsu dan propaganda itu mampu
membuat Trump memenangkan pemilu, tanpa disadari, jutaan warga Amerika
memang mendapatkan berita dan saling berbagi melalui Facebook dan media
sosial lain.
Laporan PropOrNot itu juga mengaku telah mengidentifikasi lebih
dari 200 situs yang dianggap sebagai media propaganda Rusia untuk musim
pemilu. Dari ratusan situs itu ada sekitar 15 juta pengunjung dari
Amerika.
Sayangnya, saat dimintakan hasil laporannya oleh Boston Globe, PropOrNot belum merespons.
Dikutip dari : viva.co.id

0 Comments