![]() |
| Ilustrasi Masjid |
Secarik kertas bertuliskan imbauan keras untuk menjauhi tempat keramaian dan tidak berbaur dengan aparat baik polisi maupun TNI, karena menjadi target teror ditemukan di toilet Masjid Baitul Jalal Mandiangin Bukit Tinggi, Sumatera Barat.
Selebaran tersebut pertama kali ditemukan oleh dua pelajar di salah satu SMA di Bukittinggi berinisial N dan A pada Jumat, 7 Juli 2017, sekitar pukul 12.00 WIB ketika hendak shalat Jumat. Merasa ada yang janggal atas imbauan yang tertulis di selebaran tersebut, keduanya mendatangi Mapolsek Kota Bukittinggi dan melaporkan temuan itu.
Menanggapi temuan selebaran tersebut, salah seorang pengurus Masjid Baitul Jalal Mandiangin Bukittinggi, Aditiawarman, mengatakan bahwa jika saat ini aktivitas Masjid Baitul Jalal masih normal seperti biasanya. Bahkan, seluruh jamaah sama sekali tidak terpengaruh dengan temuan dan isi dari selebaran tersebut.
"Seperti apapun bentuknya, Jemaah Masjid tidak akan terpengaruh. Ini Masjid Muhammadiyah, patron kita jelas yakni amar ma'ruf nahi munkar," kata Aditiawarman, Minggu, 9 Juli 2017.
Meski demikian, pengurus masjid tetap mengimbau kepada seluruh Jemaah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat ini, kata Aditiawarman disejumlah titik Masjid Baitul Jalal sudah dilengkapi dengan CCTV yang untuk memantau seluruh aktifitas yang ada. Hanya saja di bagian toilet yang belum terpasang CCTV.
Sebelumnya, selain mengimbau warga agar tidak panik, Wakapolres Kota Bukittinggi, Kompol Dasveri Abdi juga akan memperketat sistem pengawasan di lapangan. "Kami terus mendalami temuan ini, bisa saja serius bisa saja sengaja disebar dengan tujuan untuk mengacaukan situasi dan mempengaruhi masyarakat," kata Kompol Dasveri.
Disamping terus melakukan penyelidikan, memperketat pengawasan di lapangan dan memburu pelaku penyebar selebaran tersebut, kepolisian juga mengimbau kepada seluruh warga Bukittinggi untuk tidak terpengaruh dan ikut ajaran yang tidak baik dan terus mendengarkan dakwah para ulama, sehingga tidak mudah terpengaruh dengan ajaran dari kelompok garis keras seperti ISIS.

0 Comments